Workshop Critical Thinking dan Problem Solving

Workshop Critical Thinking dan Problem Solving, Pada 18-20 Agustus 2016, SMP Internat Al Kausar diundang British Council Jakarta untuk mengikuti workshop “Critical Thinking and Problem Solving”. Workshop yang diikuti kurang lebih 25 guru se-Indonesia ini dihadiri oleh guru-guru yang datang dari Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, DKI Jakarta dan JawaBarat. Jawa Barat kebetulan diwakili oleh bapak Bahar Sungkowo S.Pd Guru IPS.  Selama tiga hari para peserta dilatih mengenai bagaimana menyiapkan pembelajaran dengan strategi berpikir kritis dan problem solving atau pemecahan masalah. Bukan menerima materi saja, peserta dibimbing berdiskusi, berargumentasi serta melakukan praktek mengajar, baik di kelompok ataupun klasikal.

14040092_10154414651058535_1217694542919082064_n

Melalui workshop ini, peserta dibekali dengan tiga keterampilan dasar critical thinking and problem solving yakni :

  1. Make different Perspective : yakni bagaimana siswa dimotivasi untuk mengungkapkan perspektifnya masing-masing dengan tanpa rasa takut salah, guru membimbing agar siswa dapat mengeksplorasi perspektifnya terhadap suatu peristiwa.
  2. Evaluate Evidence : yakni mengarahkan secara leluasa akan pencarian dan mengungkapan masalah berdasarkan data dan fakta yang ditemukan serta menepis menerima dengan percaya opini-opini yang datang. Ini Fakta atau opini?. Fakta dikuatkan dengan evidence-evidence dari pemikiran kritis siswa.
  3. Non Routine Problem : yakni siswa diarahkan untuk memilih non routine problem mengapa, karena permasalahan yang tidak rutin itu tidak berpola, bebas dan lepas dari langkah – langkah yang sudah ajeg dan diluar dari PAKEM, namun tetap pada nilai-nilai positif. Permasalah non rutin akan melahirkan perspektif yang kaya, bertumbuhnya evidence-evidence dan akhirnya akan mengarah kepada deeper Strukture yang akan didalami pada pertemuan berikutnya.

Banyak video-video inspirasi pembelajaran yang mengasah keterampilan make different perspektif, Evaluate evidence dan non routine problem yang dijelaskan agar peserta dapat mempraktekkan di kelas-kelas. Setelah workshop ini, panitia dari British Council menugaskan selama 10-14 minggu untuk berimprovisasi CTPS ini di materi-materi pembelajaran dengan sedikit penyisipan saja dan tidak merubah pembelajaran. Setelah itu berkumpul kembali pada tanggal 19 November 2016 untuk mereview bagaimana critical thinking and problen solving diterapkan di kelas-kelas peserta. Banyak ilmu dan manfaat yang didapatkan. “Saya siap menularkan ‘virus’ CTPS ini kepada rekan-rekan guru Al Kausar, in sya Alloh”, demikian Pak Bahar mengakhiri laporannya. (BSW).

Save