Alhamdulillah telah dilaksanakan kegiatan pembelajaran non kelas study tour PKn, berkunjung ke Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya yang berada di Jalan Monumen Pancasila Sakti  Pinang Ranti Pondok Gede, Jakarta Timur,  pada hari Selasa, 13 Maret  2018.

Dengan menggunakan 2 armada bus sekolah siswa kelas 8 terbagi dalam 2 kelompok (putra dan putri). Bus yang dikendarai pak Ace membawa kelompok putra dengan pembimbing pak Aji sebagai guru PKN kelas 8 dan bus yang dikendarai pak Domin membawa kelompok putri dengan pembimbing Bu Reccy Liftita. Briefing dilakukan di halaman parkir Monumen Pancasila Sakti untuk pengkondisian ketertiban siswa dan siswa mulai menuju lokasi Sumur tua di sebelah kiri pintu masuk. Pada hari itu bertepatan dengan kunjungan dari berbagai sekolah sehingga pengaturan  dan penjelasannya tidak semua rombongan dapat terlayani oleh jumlah pemandu yang ada.

Dengan bekal buku panduan yang didapat di loket pendaftaran, rombongan Al Kausar menyusuri satu demi satu anjungan yang ada, mulai dari Cungkup Sumur Maut, dilanjutkan dengan melihat rumah penyiksaaan yang berisi diorama eks G 30 S/PKI, Tugu dan Relief Monumen  Pancasila Sakti, kemudian bergeser ke Rumah Pos Komando untuk melihat barang – barang autentik peninggalan peristiwa memilukan tersebut hingga rumah Dapur Umum.

Rombongan bergegas menuju Museum Pengkhianatan G 30 SPKI yang berakhir di Gedung Paseban, setelah melalui pajangan mobil Dogde, mobil sedan milik Ahmad Yani saat bertugas. Mobil Truk Dogde dikenal sebagai mobil milik PN Arta Yasa (Perum Peruri sekarang) yang saat itu  dirampas oleh gerakan di jalan Iskandar Syah, daerah sekitar Blok M Kebayoran Baru Jakarta Selatan, untuk menculik dan mengangkut jenazah Brigjen TNI DI Panjaitan dari rumahnya menuju daerah Lubang Buaya.

Kunjungan ke Monumen Pancasila Sakti ini diikuti oleh 33 siswa siswi Al Kausar dengan 2 guru pendamping Bu Reccy Liftita dan Pak Aji sebagai bentuk pembelajaran PKN non kelas guna memberikan standar kompetensi 2 mapel PKN kelas 8 “memahami berbagai konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia” pada KD (kompetensi dasar ) 2.2 “ menganalisa penyimpangan – penyimpangan terhadap konstitusi yang berlaku di Indonesia”.

Siswa tampak antusias mengamati diorama diorama yang ada . Ketiga puluh tiga diorama mereka baca, amati dan sesekali bertanya pada guru pendamping tentang berbagai informasi seputar adegan dalam diorama tersebut. Meski rombongan study tur padda akhir nya pulang, meninggalkan monument tersebut, namun sebagai mana pesan yang diamanahkan di pintu keluar gerbang monumen, generasi penerus hendaknya tetap mengingat adanya ancaman bahaya laten komunisme yang akan senantiasa bangkit kembali dan hal itu perlu kita waspadai. (amam)