90db8f4f-f46a-4466-b6d8-488a7a960454

Sebagai tanda kesyukuran telah berakhirnya rangkaian ujian di SMA Insan Cendekia Al Kausar tahun pembelajaran 2017-2018, Yayasan Al Kausar mengadakan agenda ramah tamah & tasyakuran bersama siswa-siswi kelas 12 yang berjuluk REVALENTES. Hadir dalam agenda ini Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Kausar Ibu Sri Rahayu Fatimah Habibie, Direktur Eksekutif Yayasan Al Kausar Bapak Ir. Douglas Prabawono, MT (Pak Habib), guru-guru, pembina, staff, juga orang tua siswa kelas 12.

Kamis, 13 April 2017 usai pelaksanaan hari terakhir Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), siswa-siswi kelas 12 yang berjumlah 58 orang ini berkumpul bersama di kantin Al Kausar untuk sekedar saling pesan dalam kebaikan menjelang tuntasnya bersekolah di SMA Insan Cendekia Al Kausar. Dalam sambutannya Bu Yayuk, sapaan akrab Ibu Sri Rahayu, menyampaikan pesannya untuk segenap siswa agar mereka menjaga nama baik almamater jika kelak berada di lingkungan kampus atau lainnya dengan menampilkan akhlak yang mulia.

Pesan penting juga disampaikan Pak Habib untuk Mufti dkk : “Selain harus menyerap ilmu dari para dosen, yang paling utama adalah membangun network, itu yg paling penting! Karena itu adalah modal untuk kehidupan selanjutnya, layaknya di Alka yang sudah punya network dengan semua elemen Alka, nanti di kampus harus lebih luas lagi networnya”.

c2139efe-d4fd-4c4d-97c0-4464c6860a98

Agenda tasyakuran yang diawali dengan makan siang bersama dan diakhiri perfotoan itu cukup mengharukan, terutama saat Hanif Qindilsyah Abrar menayangkan film pendek karya Revalentes berisi ungkapan kebanggaan dan ungkapan terima kasih untuk guru-guru mereka di Al Kausar. Satu per satu guru dan pembina mereka sampaikan doa kebaikan dan terima kasih atas jerih payah mereka mendidik dan mengasuh hingga gerbang akhir belajar di Al Kausar.

Secara khusus, Muhammad Hafizh Akram selaku ketua angkatan menyampaikan pesan mendalam buat kawan-kawannya menjelang perpisahan mereka dari Al Kausar. Satu poin dari Akram yang sungguh sangat indah untuk dikenang khususnya oleh ayah bunda –setelah permohonan maaf untuk guru-guru dan pembina– adalah pesannya kepada teman-temannya agar berusaha lebih keras lagi untuk menjawab harapan para org tua dan kalau bisa melebihi apa yang jadi harapan orang tua. (wah)