Rabu 21 Januari 2015, siswa-siswi kelas VIII diajak berkunjung ke Laboratorium Kimia UPI Bandung untuk lebih memahami zat aditif pada makanan.

Zat aditif mencakup zat pemanis, pewarna, pengawet, penambah aroma, pengasam, antioksidan, dan sekuestran. Masyarakat Indonesia seringkali menggunakan zat aditif untuk ditambahkan ke bahan makanan untuk menambah selera makan. Tanpa disadari, ada beberapa zat aditif sintetis berbahaya yang digunakan penjual makanan yang seharusnya tidak dipakai untuk makanan, contohnya adalah boraks, formalin dan pewarna tekstil. Siswa harus dibekali pengetahuan bahwa jika zat aditif tersebut dikonsumsi terus menerus dapat membahayakan tubuh yaitu menjadi zat karsinogenik (pencetus kanker).

Selama study tour di laboratorium kimia UPI, siswa dibentuk dalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan 4 sampai 5 orang. Setiap kelompok dibekali lembar kerja praktikum. Lembar kerja praktikum tersebut berisi bahaya zat aditif, cara kerja praktikum dan tabel pengamatan. Praktikum dibimbing langsung oleh dosen kimia UPI. Dosen menyampaikan pengantar praktikum berisi pengenalan dan bahaya zat aditif dan pengenalan alat dan bahan di laboratorium. Siswa sangat antusias mengikuti praktikum selama 2 jam, dan telaten mengikuti langkah demi langkah kerja praktikum.

Jumlah siswa kelas VIII yang mengikuti study tour IPA Kimia adalah sebanyak 41 siswa yang terbagi dalam 10 kelompok, sedangkan guru pendamping berjumlah 4 orang. Siswa berangkat pukul 06.15 WIB dan kembali ke sekolah pukul 21.30 WIB. Saya selaku guru mata pelajaran IPA Kimia mengapresiasi minat siswa yang besar pada kegiatan praktikum uji zat aditif di laboratorium kimia UPI dan bersyukur bahwa study tour berjalan lancar. (ds)