Studi Tur BIOLOGI Belajar BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Studi Tur BIOLOGI Belajar BUDIDAYA JAMUR TIRAM, Studi tur Biologi kelas X NS semester ganjil tahun ajaran 2016-2017 ini bertema ‘Budidaya Jamur Tiram’. Studi tur dilakukan pada hari rabu, 9 November 2016. Tempat yang dipilih untuk pengamatan proses budidaya jamur tiram adalah di tempat budidaya jamur Tiram Mas 33 yang berada di Jl.Kol Matsuri km 7 Desa Jambudipa Kampung Pari RT 05/06 Kecamatan Cisarua, Lembang, Bandung Barat. Tempat tersebut dipilih karena lingkungan tempat budidaya jamur bersih, peralatan budidayanya lengkap dan tersedia program pelatihan singkat mengenai budidaya jamur tiram. Pemilik tempat budidaya jamur Tiram Mas 33 adalah orang tua murid dari salah satu siswa Al Kausar kelas 12 yaitu orang tua dari M.Ivan Budiman sehingga sebelumnya banyak siswa Al Kausar yang berkunjung kesana.

tiram-5

Studi tur ‘Budidaya Jamur Tiram’ diikuti oleh 36 siswa kelas X NS 1 dan X NS 2 dengan pendampingan 2 guru pendamping yaitu Dewi Sartika, S.Pd. (guru Biologi) dan Ema Salamah, S.Pd. (guru English). Kami berangkat jam 04.00 WIB dan sampai di lokasi pada pukul 10.00 WIB. Kedatangan kami disambut hangat oleh keluarga H.Ronny dengan disajikan makanan olahan berbahan dasar jamur tiram yang disukai anak-anak. Setelah itu, kami diajak berkeliling tempat pembuatan media tumbuh jamur tiram hingga sampai ke tempat pelatihan budidaya jamur tiram. Ibu Sri mengenalkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pembudidayaan jamur tiram seperti serbuk gergaji, sorgum, PDA (potato dekstrose agar), tabung reaksi dll. Kami juga diajari tahap-tahap budidaya jamur tiram yang meliputi tahap F0, F1, F2 dan F3.

Studi Tur BIOLOGI Belajar BUDIDAYA JAMUR TIRAM, Tahap pertama yaitu F0 adalah pembuatan media pertumbuhan jamur awal yaitu berupa PDA (potato dekstrose agar) dalam tabung reaksi lalu diberi miselium jamur tiram sehingga miselium tumbuh pesat. Setelah itu lanjut ke tahap F1 yaitu pemindahan miselium jamur ke campuran sorgum, glukosa dan biji-bijian lain agar dapat tumbuh dengan pesat lagi. Pemindahan miselium ini memerlukan ruang steril yang disebut laminar. Setelah tumbuh dengan pesat, miselium dapat dipindahkan ke baglog jamur steril. Baglog jamur berupa campuran serbuk gergaji, sorgum dan dedeuk yang disterilkan dengan pemanasan suhu tinggi (F2).  F2 dibiarkan tumbuh di ruang growing selama 25 hari sehingga miselium dapat terikat ke serbuk gergaji. Setelah tumbuh pesat, jamur tiram dapat dipanen selama 4 kali dalam jangka waktu 7-12 hari dengan dipercikkan air setiap pagi dan sore hari. Baglog yang sudah mengalami pemanenan jamur ini disebut tahap F3.

Rangkaian pelatihan mencakup proses pemindahan bibit di ruang laminar dan melihat tempat proses pembudidayaan jamur dari tahap F0 sampai F3. Akhirnya pelatihan ‘Budidaya Jamur Tiram’ selesai pada pukul 16.30 WIB. H. Ronny dan Ibu Sri membekali masing-masing anak sebanyak 2 baglog jamur (jamur pada tahap F2 dan F3). Kami tiba di Al Kausar pukul 22.00 WIB. Baglog F2 langsung diletakkan di laboratorium Biologi untuk dibiarkan selama 25 hari, sedangkan baglog F3 dibawa masing-masing anak ke asrama untuk dipanen. (DS)

tiram-4 tiram-3 tiram-2