Studi Tour yang Bahasa Sunda kelas X dilaksanakan pada Selasa 30 April 2019 ke Kampung Jelekong Bandung. Kampung Seni Jelekong merupakan kampung yang unik, karena mayoritas penduduknya berprofesi sebagai seniman. Kampung Jelekong terbagi dua wilayah, bagian utara diduduki para seniman wayang golek, karawitan, sinden, dan lawak. Kalau kita tahu cangehgar, itu salah satu produk kampung Jelekong. Sementara bagian selatan diisi oleh para seniman lukis.

Setibanya di lokasi pukul 13.00, siswa-siswi kelas X yang berjumlah 60 siswa langsung melaksanakan shalat Zhuhur dan Ashar, lalu santap siang. Kemudian disambut oleh para pemandu Sanggar Gurat.

Di Jelekong, para siswa dikenalkan dengan proses pembuatan wayang golek, mulai pemilihan bahan, menentukan karakter tokoh dan finishing pengecatan. Pembuatan wayang golek tentu tidak bisa sembarangan, karena ada karakter tokoh yg tidak boleh berubah. Tiap tokoh dalam wayang golek memiliki karakter tersendiri dan dan bentuk wayang tersendiri yg tidak boleh berubah. Seni wayang golek adalah seni yg menggambarkan kehidupan masyarakat Sunda.

Sesi yg tidak kalah serunya adalah ketika para siswa masing-masing disuguhi kain kanvas untuk melukis batik Sunda. dipandu oleh para seniman sanggar siswa-siswi SMA Insan Cendekia Al Kausar mencoba menggores motif-motif batik Sunda. Walaupun para siswa menggores karya abstrak sendiri dan tidak mengikuti pola yang disajikan pemandu tapi kegiatan tersebut menjadi paling seru. Pukul 16:00 para siswa berpamitan dan langsung menuju kembali ke kampus tercinta Al Kausar Boarding school. (sanjaya)