Pada tanggal 7 Agustus 2018 siswa SMP Internat Al Kausar berkesempatan belajar di luar kampus / di lingkungan masyarakat sambil mengkaji Kepatuhan Hukum di Lingkungan Masyarakat.

Siswa mendapat pengarahan dari Ibu Kepala Sekolah untuk tetap menjaga ketertiban selama belajar di luar. Norma – norma kesopanan hendaknya tetap dijaga, berjalan di sebelah kiri dan menjaga lisan selama dalam perjalanan. Pembelajaran ini merupakan upaya penguatan karakter berbasis kelas namun dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran non kelas. Siswa didampingi melakukan kunjungan tokoh masyarakat setempat untuk mendapatkan pembekalan perihal kepatuhan masyarakat terhadap aturan yang berlaku di lingkungannya,

Tak hanya bersilaturahim dengan Pak Ujang Lukman Nurpalah, M.Pd sebagai tokoh masyarakat juga harus membuat jalur tracking menuju pos ronda sebagai simbol lembaga pengendali ketertiban dalam masyarakat, para siswa juga mencatat fenomena sosial di kanan kiri jalan menuju dan dari kompleks perumahan tersebut.

Sketsa denah jalur jalan yang dilewati harus dibuat, perilaku taat hukum di tengah masyarakat juga harus di data selama melakukan perjalanan. Di pos ronda yang dituju para siswa aktif mencatat keberadaan simbol-simbol yang dapat mencerminkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan yang berlaku seperti keberadaan kentongan, jadwal ronda, ketersediaan alat kebersihan, lampu penerang jalan, bahkan pemasangan bendera dan bak sampah di sekitar rumah warga. Tak hanya mendata pengendara sepeda motor yang mengenakan helm maupun yang bonceng tiga namun juga pemasangan rambu – rambu jalan di sekitar jalan perumahan. Di bagian akhir pembelajaran para siswa berdiskusi untuk membuat laporan berbagai hal yang ditemukan dalam perjalanan dalam bentuk form “plus minus interesting” yang merupakan bagian visible thinking routine. Spatial sociotracking juga dibuat sambil merumuskan kesimpulan pembelajaran. Akhirnya mereka mengisi post test materi kepatuhan hukum dalam masyarakat, mengisi lembar refleksi dan penilaian diri. Hal yang menarik adalah saat beberapa siswa mengaku baru mengerti mengapa aturan itu penting dalam hidup bermasyarakat, dan baru menyadari bahwa masyarakat sekitar Babakan Jaya cukup ramah, bersahaja , tidak seperti apa yang mereka duga selama ini. Alhamdulillah para siswa telah berhasil merekonstruksi konsep aturan hidup dalam dirinya dan lebih memahami lingkungannya. (amam)