Siswa Alkausar Kelas 9 Belajar di Suku Baduy

Siswa Alkausar Kelas 9 Belajar di Suku Baduy, Dari sekian banyak suku yang mempertahankan kearifan lokal serta adat istiadatnya di seluruh pelosok Nusantara, adalah Suku Baduy Dalam dan Luar. Hingga saat ini, kedua suku tersebut masih memegang teguh nilai kepercayaan dan adat-istiadat dari para leluhurnya sehingga kebudayaan yang dianutnya sulit terkontaminasi dunia luar. Meskipun dibagi menjadi dua golongan oleh masyarakat luar menjadi Suku Baduy Dalam & Baduy Luar, pada dasarnya masyarakat Baduy sendiri hanya menganggap ada satu Baduy.

1

Masyarakat etnis Sunda ini hidup bersama bersinergi dengan alam di wilayah Banten, tepatnya di pegunugan Kendeng, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak.

Hal ini pula yang menarik Al Kausar untuk mengadakan studi tur Mata Pelajaran Mulok Bahasa Sunda dan PKn ke Suku Baduy. Perjalanan studi tur ke Baduy pada Kamis-Jumat, 25-26 Agustus itu dimulai dengan singgah di Pondok Pesantren Modern Darunna’im Cirende Kalanganyar Lebak untuk menaruh barang-barang yang tidak diperlukan saat kunjungan ke Baduy. Bertolak pukul 10.30 wib dari pesantren dengan bis Alka, alhamdulillah tiba di terminal Kampung Ciboleger pukul 11.45 wib.

Sejenak istirahat di Ciboleger, rombongan yang didampingi Pak Ono, Pak Aji, Bu Ika, dan Bu Ica serta dipandu oleh Pak Maman, –guide yang juga orang tua santri PPM Darunnai’im– melanjutkan perjalanan memasuki wilayah Baduy Luar. Kampung Baduy Luar yang dikunjungi adalah kampung Marenggo, Kaduketug, Balimbing, dan terjauh adalah Gajeboh yang merupakan perbatasan Baduy Luar dan Baduy Dalam. Meskipun jarak antara pintu masuk menuju Gajeboh harus ditempuh sekitar 4 km, namun Havel dkk tetap semangat menyusuri jalan batu yang rapi menanjak dan menurun. Perbatasan antara Baduy Luar dan Baduy Dalam ini ditandai dengan sungai, melintas di atasnya jembatan bambu yang unik.

baduy web

Siswa Alkausar Kelas 9 Belajar di Suku Baduy, Perjalanan observasi budaya dicukupkan hingga kampung Ciboleger wilayah Baduy Luar mengingat jarak antara Gajeboh dan kampung Cibeo, wilayah Baduy Dalam terdekat harus ditempuh sekitar 4 jam perjalanan. Usai bersantai di kampung Gajeboh dan berfoto bersama di atas jembatan bambu gantung, siswa siswi kelas 9 kembali menaiki dan turun bukit berjalan menuju Ciboleger, untuk seterusnya ke Darunna’im.

Banyak pelajaran yang diambil dari perjalanan menyusuri Suku Baduy, diantaranya adalah tradisi ngolak, yaitu pendidikan orangtua terhadap anaknya untuk mengajarkan hidup yang apa adanya, kesederhanaan, kekeluargaan lewat jiwa gotong royong, juga bermacam kebisaan seperti berladang atau menenun.

Agenda studi tur kali ini juga diisi dengan mengikutsertakan murid-murid kelas 9 angkatan 18 pada aktiftas Jumat pagi di Pondok Pesantren Modern Darunna’im yakni muhadatsah (percakapan dalam bahasa Arab-Inggris) yang dilanjutkan dengan pentas drama Bahasa Arab antar asrama serta lari pagi dan futsal. Pada pukul 09.00 rangkaian kegiatan studi tur dan silaturahim di Darunna’im ditutup dengan taushiyah pimpinan pondok KH Omi Qozimi di gedung masjid pondok putri. (wah)

IMG20160825131958

 

IMG20160825130234

Save

Save

Save

Save