Alhamdulillah, pada 12 Desember 2019, Tim Indonesia berhasil membawa pulang 5 medali perak dan 1 medali perunggu dari perlombaan International Junior Science Olympiad atau IJSO yang berlangsung di Doha Qatar. Salah satu peraih medali perak adalah Rafif Dista Serano, siswa kelas 9 SMP Internat Al Kausar.

Rafif telah melewati proses seleksi dari tahap terbawah di tingkat Kabupaten hingga Nasional dalam ajang Olimpiade Sains Nasional atau OSN, dan di tingkat nasional inilah Rafif meraih medali perunggu. Para peraih medali bidang IPA OSN dipanggil untuk mengikuti pelatihan sekaligus seleksi untuk ajang IJSO. Rafif bertemu dengan teman-teman baru dari seluruh Indonesia, seperti dari Riau, Palangkaraya, NTT, Makassar, Pontianak, dan lain-lain.

Seleksi nasional IJSO dilakukan dalam 3 tahap : Tahap pertama, seleksi 30 murid sebelumnya menjadi 15 murid terbaik. Tahap kedua, dari 15 murid menjadi 6 murid terbaik, lalu tahap ketiga, tahap pemantapan dan persiapan untuk IJSO di Qatar. Banyak suka, duka, dan kenangan pada seleksi-seleksi ini, dan berbagai soal yang berstandar dosen dilewati. Dan dari 6 siswa yang terpilih untuk mewakili Indonesia di ajang IJSO, salah satunya termasuk Rafif.

Lama kegiatan IJSO adalah 10 hari, mulai dari 3 Desember sampai 12 Desember 2019. Tim Indonesia sampai di Qatar pada tanggal 2 Desember, sehingga masih ada waktu istirahat penyesuaian pada tanggal 3 Desember. Keesokan harinya tiba waktunya acara pembukaan IJSO 2019, lalu dilanjutkan dengan tour ke Aspire Park di sore harinya. Lalu tanggal 5 DesĀ  dilaksanakanlah tes pertama yaitu MCQ (Multiple Choice Questions). Untuk melepas penat setelah mengerjakan soal, para peserta IJSO dibawa ke pantai Sealine pada tanggal 6 Desember.

Tanggal 7 Desember, dilaksanakanlah tes kedua, yaitu Theory Test. Dan keesokan harinya, Peserta diajak Tour ke The Museum of Islamic Art untuk menyegarkan pikiran kembali. Dan pada tanggal 9, yaitu Practical Test, tes terakhir di IJSO. Setelah tes tersebut, diadakanlah malam budaya. Berberapa negara yang mendaftar ikut Cultural Night menampilkan budaya dari negaranya masing-masing. Sayang kontingen Indonesia yang sudah mempersiapkan tampilannya terpaksa batal tampil karena kesalahan teknis. Pada tanggal 10 Desember, dilakukan tour ke Universitas di Qatar dan Oxygen Park. Menurut Rafif, pengalaman-pengalaman tour di Qatar sangat menyenangkan dan sangat berkesan.

Pengumuman para pemenang IJSO dilakukan pada siang esoknya, tanggal 11 Desember. Rafif mengira jika ia tak bisa mendapat medali karena ada soal teori yang kosong. Rafif sudah siap apapun hasilnya, ia bertawakkal kepada Allah, sambil menaikkan mood teman-temannya, dan terus berusaha meyakinkan teman-temannya bahwa mereka akan pulang membawa medali. Dan alhamdulillah, Rafif juga mendapatkan medali perak.

Bagi Rafif, pengalaman IJSO di Qatar ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan, karena bisa membawa dan mengharumkan nama Al Kausar & Indonesia di ajang internasional. (RDS)