Sebagai wujud kepedulian sosial civitas akademika terhadap bencana alam gempa bumi di Sulawesi Barat dan banjir di Kalimantan Selatan, OSIS Al Kausar Boarding School menyalurkan sumbangan melalui yayasan Sedekah Rombongan dan Yayasan Panti Asuhan Putri Muawanah pada hari Selasa (26/1) bertempat secara virtual melalui Google Memenuhi.

Hadir dalam penyaluran tersebut Bapak Yitno Baseno, Kepala Bidang Kesiswaan; Bapak Mung Mulyana , pembina Kesiswaan; ananda Rafi Abyansyah dan ananda Rafie As Shiddiqy , perwakilan OSIS; Ustadz Mujawwid , perwakilan yayasan Sedekah Rombongan; dan Bapak M Hanafi , perwakilan yayasan Panti Asuhan Putri Muawanah.

Dalam krisisnya, Pak Yitno menjelaskan bahwa penyaluran donasi tersebut merupakan salah satu wujud respon Al Kausar Boarding School terhadap beberapa bencana yang terjadi hampir bersamaan di berbagai tempat di Indonesia. Al Kausar, menurut Pak Yitno, senantiasa tanggap dalam aksi-aksi kemanusiaan.

Lebih jauh, Pak Yitno menyatakan bahwa aksi-aksi kemanusiaan Al Kausar tidak hanya dilakukan kali ini saja, tapi setiap saat yang dibutuhkan. Beberapa di antaranya, bulan November tahun lalu Al Kausar menyalurkan bantuan untuk bencana angin puting beliung di Kabandungan, Kabupaten Sukabumim, serta bantuan untuk bencana banjir bandang di Cicurug, Kabupaten Sukabumi pada bulan Septembernya.

Sementara itu, Ustadz Mujawwid, mewakili yayasan Sedekah Bersama yang bergerak di Mamuju dan Majane, Sulawesi Barat menjelaskan bahwa status tanggap bencana bencana diperpanjang sampai 11 Februari. 94.500 korban gempa masih tinggal di tenda-tenda pengungsi di perbukitan. “Mereka belum bisa kembali ke rumah masing-masing karena disamping 90% rumah warga telah rusak, ancaman gempa susulan dan tsunami menghantui benak masyarakat” ujarnya.

Di akhir kelimat Ustadz Mujawid. Bahwa para korban sangat membutuhkan bantuan karena kondisi di tenda-tenda penampungan sangat buruk. Berdesak-desakan dalam tenda yang tidak mencukupi, sulit mendapatkan air bersih dan sanitasi buruk dengan ketiadaan MCK.

Sementara itu, Pak Hanafi, perwakilan yayasan Panti Asuhan Putri Al Muawanah, yang terjun dalam bencana banjir di Banjar, Kalimantan Selatan mengungkapkan bahwa di hari kesebelas banjir masih cukup tinggi. Pengungi terjebak di beberapa tempat. “Satu RT bahkan ada yang dihuni oleh 700 orang,” ucapnya.

Pak Hanafi juga menerangkan bahwa tantangan penanganan banjir tidak hanya masalah masalah bantuan, tapi juga operasi penyaluran bantuan. “Beberapa tempat sulit dicapai karena berada di pedalaman yang hanya dicapai dengan klotok (Merah: perahu khas Kalimantan) kecil sementara posko-posko bantuan berada di muara,” terangnya.

Maka dari itu, menurut Pak Hanafi, bantuan harus disalurkan tempat-tempat yang sangat membutuhkan seperti daerah Sungai Batang, Sungai Lengi dan Tingaran Hulu.

Setelah penjelasan kondisi terkini dari lokasi-lokasi bencanda dari Ustadz Mujawwid dan Bapak Hanafi, selanjutnya dilakukan penyerahan bantuan secara simbolik oleh perwakilan OSIS, ananda Rafi Abyansyah dan ananda Rafie As Shiddiqy. Bantuan berupa uang tunai sebesar 22 juta untuk korban banjir di Banjar dan sebesar 20 juta rupiah untuk korban gempa di Mamuju dan Majane.

Sebagai penutup, Pak Mung, sebagai MC menutup acara dengan harapan penyaluran bantuan tersebut dapat meringankan penderitaan korban di dua tempat bencana. (MM)