Rabu, 17 Maret 2021 dengan menggunakan aplikasi Zoom, Tim Bimbingan Konseling SMP Internat Al Kausar menggelar Studium Generale seputar karir. Hadir dalam acara ini sebagai narasumber: Dr. Juwita Elva Agustiasi, SPOG seorang dokter spesialis kandungan, dan Drs. Masrur Makmur La Tanro, M.PdI pengusaha sekaligus pembina Pondok Pesantren Shohwatul Is’ad Pangkep Sulawesi Selatan. Agenda studium Generale yang dipandu oleh Ibu Vellyana Octavia, SPd diikuti oleh segenap siswa kelas 7, 8, 9 dan dewan guru. Studium Generale yang bertajuk Orang tua Menjadi Guru (OMG) menghadirkan orang tua siswa untuk bercerita seputar pengalaman karirnya dan memberi motivasi siswa-siswa dalam belajar mengejar impiannya masing-masing.

Dalam pembukaannya, Ibu Dra Windarningsih selaku prinsip SMP Internat Al Kausar menyampaikan amanat untuk siswa-siswinya agar mengikuti dengan sungguh-sungguh acara berbagi pengalaman ini yang di kemudian hari mereka bisa mewujudkan cita-citanya. Selain itu, Bu Windar juga berpesan bahwa suatu papun profesi yang diharapkan nanti, yang paling penting adalah fikirkan dari sekarang nilai manfaat apa dari profesi itu untuk orang lain.  

Ibu Juwita yang juga ibunda dari Hazel Nazhif Anandita (kelas 8), setelah menyampaikan pengalaman karirnya, dia menggarisbawahi pesannya bahwa kuliah kedokteran selain tidak mudah kompetisi karena saat masuknya cukup berat, juga perlu kesiapan mental, mulai dari sekarang belajar sungguh-sungguh, jangan lupa berdoa istiqomah, ”ujarnya. Sementara Ust Masrur, ayahanda Sari Sabitul Azmi (kelas 8) membagi pengalamannya menapaki bisnis money changer hingga memiliki 32 gerai yang tersebar di sebagian besar pulau Bali. Selain meniti karir sebagai pengusaha, Ust Masrur juga membina pondok pesantren modern di Pangkep Sulawesi Selatan. 

Dalam paparannya, Ust Masrur mengutip hadits Nabi SAW tentang penting umat Islam menjadi orang-orang kaya untuk memperjuangkan dan mempertahankan agamanya. Hadits Nabi tentang anjuran belajar panahan, sejatinya adalah metafora agar seorang muslim pintar dalam menetapkan bidikan menuju level orang kaya yang beriman. Paling tidak ada 8 strategi agar seorang muslim dapat menapaki karirnya : (1). Menguasai Bahasa Asing, (2) Berinovasi & Berkreatifitas. (3). Kemampuan Teknologi, (4) Kemampuan Interpersonal, (5). Mengenal talenta diri sendiri, (6). Pembelajaran Inklusif, (7). Kolaboratif, menciptakan jaringan, membangun silaturahim. dan (8). Selalu belajar. Jangan lupa, tambahnya, jika seorang mukmin mendapatkan musibah untuk mendirikan 2 rakaat selain 5 waktu wajib, khusus sebagai penangkal petir, agar ion negatif disambungkan ke bumi dan bangunan tidak rusak. Masalah sama dengan petir, kalau disambungkan dengan bumi dengan salat 2 rakaat, maka malasah akan reda. (wah)