makan-malam-bersama-delegasi-iaas-dari-berbagai-negara

Pada tanggal 9-10 Agustus 2016, saya (Muyasara Nilam Alifia/XII.IPA.1) berkesempatan mengikuti IYCS (International Youth Climate Summit) yang diadakan di Malang, Jawa Timur setelah sebelumnya mengirim esai bertema lingkungan. IYCS adalah sebuah acara dalam rangkaian kegiatan IAAS (International Association of Students in Agricultural and Related Sciences)World Congress 2016yang berlangsung selama 22 hari di 5 kota; Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Malang. Tahun ini, terdapat 80 peserta dari 30 negara anggota IAAS berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Kegiatan hari pertama berlangsung dari pukul 9 pagi sampai pukul 6 sore. Tak kurang dari sepuluh pembicara mengisi seminar yang bertempat di gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya. Seminar ini dibagi menjadi 3 tema yaitu Government, Industry dan Youth Movement. Selama seminar berlangsung, saya berkenalan dengan presiden IAAS world periode 2016, Ruth Vandeputte yang berasal dari Belgia. Menurutnya, Indonesia adalah negara yang indah. Namun, pengelolaannya masih jauh jika dibandingkan dengan negara-negara lain karena sumber daya manusianya masih kurang peduli dengan lingkungannya. Setelah seminar, kami dibagi secara acak untuk berdiskusi mengenai masalah setiap negara kemudian bersama-sama menyelesaikan masalah tersebut menggunakan kebijakan yang sudah diterapkan di negara lain.

Hari itu ditutup dengan acara makan malam di UB Hotel. Dengan iringan musik yang dimainkan bergantian oleh member IAAS, saya mengobrol dengan teman-teman yang duduk satu meja. Mereka cukup terkejut ketika mengetahui bahwa saya adalah satu-satunya peserta yang masih duduk di bangku SMA. Dengan antusias, mereka mengajak saya untuk bergabung dengan organisasi IAAS ketika nanti berkuliah dan juga mengajak saya mengunjungi negeri mereka di waktu depan. Tepat pukul 10 malam, kami meninggalkan tempat itu setelah menari bersama dengan iringan lagu bernada riang yang dibawakan oleh tiga orang member IAAS dari Spanyol.

Hari kedua diisi oleh agenda lapangan yang dilakukan di Kecamatan Pujon. Pada pukul 8 pagi kami berangkat untuk menghadiri acara peresmian desa wisata lalu mengunjungi beberapa rumah penduduk untuk belajar cara memerah susu. Setelah makan siang, lima peserta dengan esai terbaik melakukan presentasi di pendopo Desa Bendosari. Kemudian kami bergerak menuju air terjun Grojogan Sewu selama setengah jam berjalan kaki. Hari pun mulai gelap. Kami kembali ke pendopo untuk menikmati makan malam dan menghadiri penutupan acara. Banyak yang terlihat sedih karena harus berpisah. Saya pun mendapat beberapa cinderamata dari berbagai negara. Kami pun angkat kaki dari Pujon pukul 9 malam dan berpisah, kembali ke tempat di mana kami berasal untuk membagikan ilmu yang telah kami dapatkan selama dua hari berkesan yang telah kami lewati bersama. (mna)