Meski Jenderal Soedirman sedang sakit beliau maju memimpin perang gerilya, berjalan 1000 km bersama pasukannya menyusuri lembah, hutan dan kampung-kampung, membakar semangat juang pasukan dan rakyat mendukung perjuangannya untuk mempertahankan kemerdekaan, adalah sekelumit pesan yang tersirat dari pajangan benda-benda peninggalan bersejarah di Museum Satria Mandala yang berada di lokasi Jalan Jenderal Gatot Subroto no.14, Jakarta Selatan.

Wisma Yaso yang dulunya merupakan tempat kediaman Ratna Sari Dewi Soekarno dan tempat Bung Karno disemayamkan sebelum dimakamkan di Blitar, Jawa Timur, menjadi destinasi study tour mata pelajaran PKn siswa siswi SMP Internat Al Kausar pada hari Senin, 12 Februari 2018. Rombongan siswa tiba di lokasi jam 11.00 WIB, mundur satu jam dari jadwal yang diskenariokan.

Pak Sumardi, petugas jaga Museum, menyambut kedatangan rombongan dan memberikan informasi kalau hari Senin –adalah jadwal libur kunjungan– sehingga negosiasi dilakukan dengan petugas jaga museum, dan akhirnya seluruh peserta diijinkan masuk dan belajar di semua ruang yang ada di museum tersebut.

Briefing dan persiapan dilakukan di halaman gedung utama untuk pengkondisian ketertiban siswa dan siswa mulai mendapatkan penjelasan di ruang Aula Utama dari petugas pemandu pada jam 11.30 WIB. Dan dilanjutkan ke ruang diorama, dimana terpajang foto jendral soedirman, tandu yang digunakan untuk mengangkat beliau, aneka diorama perjuangan,dan berlaih ke ruang senjata di lantai bawah. Rasanya tak lengkap bila peserta berhenti di situ, penjelasan beralih di hangar pesawat yang memajang aneka jenis pesawat tempur di masa perang kemerdekaan, hasil rampasan dari penjajah hingga berakhir di ruang tank, dan kendaraan lapis baja yang merupakan saksi sejarah saat penumpasan G30SPKI. Selepas adzan Dzuhur siswa menuju masjid di sisi luar museum Satria Mandala, hingga usai makan siang rombongan menuju Al kausar sambil menyelesaikan tugas LKS yang dibagikan pagi itu.

Siswa tak hanya mendengar penjelasan pemandu, namun juga memegang berbagai peralatan tempur masa lalu, tanda kehormatan prajurit dan pesawat maupun tank berlapis baja. Semoga di antara siswa Al kausar terinspirasi untuk mempertahan, dan mengisi kemerdekaan dengan berbagai aktivitas perjuangan di berbagai bidang kehidupan pada saatnya nanti. Allohumma amin. (AM)