Forum Lingkar Pena Cabang Cicurug bekerja sama dengan SMP Internat Al Kausar,  menggelar acara diskusi sastra. Acara tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas 7 dan 8 SMP Internat Al Kausar. Narasumber yang dihadirkan kali ini adalah Boim Lebon.  Beliau sangat terkenal di era tahun 90-an dalam penggarapan serial Lupus baik di media cetak maupun di perfilman.

Penulis yang telah menghasilkan 30 buku lebih ini menyampaikan materi dengan mudah dicerna para siswa. Dengan gayanya yang humoris dan gaul seperti dalam tulisannya, beliau mengajak siswa praktik menulis.  Dimulai dengan mendeskripsikan diri sendiri, lingkungan terdekat seperti teman, dan keluarga. Selain itu beliau juga mendemonstrasikan mencari ide cerita dengan wawancara.

Penulis yang saat ini menjadi produser di salah satu TV swasta ini memotivasi peserta pelatihan untuk menulis. “Menulis membuat kita lebih eksis, bisa tersampaikan apa yang ada di dalam pikiran seseorang, sebuah prestasi, dan dapat materi,” ungkapnya. Boim mencontohkan satu script untuk sinetron “Cinta Fitri” bisa terjual 5 juta per episode.  Sedangkan menulis cerpen di Jakarta bisa mendapatkan tarif 150 ribu sampai 250 ribu per naskah dengan panjang empat halaman. “Kalau produktif menulis empat cerpen selama satu bulan bisa dapat satu juta,” ungkapnya mengkalkulasi.

Beliaupun menyemangati peserta untuk berani menulis memanfaatkan media apapun untuk menulis. Di era digital ini banyak wadah yang bisa dijadikan untuk mempublikasikan tulisan kita. Sebagai penulis yang mulai membatasi tulisan yang bernuansa islami,  beliau berpesan agar menulis dapat memberi kebaikan pada pembacanya. Di akhir kegiatan beliau memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya. Diantaranya, Hanifa, Najla, dan Aziz yang menanyakan bagaimana menyiasati tulisan yang buntu. Setelah ditutup acaranya, para siswa membeli buku-buku karya Boim Lebon dan tentu saja buku terbaru yang berjudul Suamiku bukan Idola dan 19+. Semoga dari kegiatan ini akan menghasilkan generasi penulis islami di masa kini dan nanti. (wind)