Dalam rangka membangun kesadaran berbangsa dan bernegara, kelas X SMA Insan Cendekia Al Kausar melakukan study tour mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ke Museum Sumpah Pemuda, di Jalan Kramat, Kwitang, Senen, Jakarta pada hari rabu tanggal 7 Februari 2018.

Dalam kunjungan tersebut, siswa dan siswi kelas X menghabiskan waktu dua jam dipandu kurator museum menyusuri ruang-ruang pembelajaran untuk memahami salah satu tonggak utama dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dalam ruang pertama, Ruang Pengenalan, siswa dan siswi mengamati dan menyimak berbagai obyek pameran seperti  peta Jakarta yang menunjukkan tempat-tempat dilaksanakannya kongres pemuda kedua dan kondisinya saat ini, nama-nama panitia Kongres Pemuda Kedua, organisasi peserta kongres pemuda, dan sebagainya.

Di ruang kedua, Ruang Pertumbuhan Organisasi, digambarkan masa pertumbuhan awal organisasi-organisasi pemuda yang diawali oleh Perhimpunan Indonesia di Belanda hingga ke organisasi-organisasi lain yang bersifat kedaerahan seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond dan Jong Islamieten Bond.

Dari ruang ketiga,  Ruang Kongres Pemuda Pertama, siswa dan siswi mempelajari Kongres Pemuda Pertama yang diadakan pada tahun 1926 dan menghasilkan kesepakatan bersama mengenai kegiatan pemuda pada segi sosial, ekonomi, dan budaya. Kongres ini diikuti oleh seluruh organisasi pemuda saat itu seperti Jong Java, Jong Sumatra, Jong Betawi, dan organisasi pemuda lainnya. Selanjutnya juga disepakati untuk mengadakan kongres yang kedua.

Memasuki ruang keempat, adalah ruang tempat dilangsungkannya Kongres Pemuda Kedua. Dalam kongres ini dihasilkan keputusan yang di kemudian hari dikenal dengan istilah “Sumpah Pemuda”. Ruang ini memamerkan minirama Kongres Pemuda Indonesia Kedua, suasana sidang ketiga Kongres Pemuda Indonesia Kedua dan biola Wage Rudolf Soepratman.

Perjalanan kemudian dilakukan ke ruang-ruang lainnya seperti Ruang Indonesia Muda, Ruang Indonesia Muda, Ruang Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia, dan diakhiri di ruang kontemplasi yang memuat berbagai kutipan dari tokoh-tokoh dan organisasi-organisasi yang terlibat dalam Kongres Pemuda Pertama dan Kedua. Salah satu kutipan itu misalnya dari PPPI Batavia yang berbunyi, “Memperoleh Indonesia merdeka adalah kewajiban yang terluhur buat anak negeri Indonesia.” (mm)