Sebanyak 44 siswa-siswi kelas 9 SMP Internat Al Kausar pada Kamis, 11 Januari 2018 lalu mengunjungi masyarakat adat Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Dengan didampingi 4 guru yakni Pak Ono, Pak Dian, Pak Hamzah, dan Bu Anis, kunjungan ke masyarakat adat Baduy dimaksudkan untuk mengetahui keunikan masyarakat Baduy sebagai bagian kekayaan suku Sunda di Indonesia. Suku Baduy yang terdiri dari Baduy Dalam dan Baduy Luar layak untuk dipelajari karena masyarakatnya yang berpegang teguh pada adat istiadatnya secara turun temurun. Diantara faktor yang membuat suku ini bertahan dengan adat lamanya, adalah larangan menerima pengaruh luar termasuk media-medianya; Masyarakat Baduy terlarang menonton televisi, mendengarkan radio, dan menggunakan alat komunikasi.

Selain menggali keunikan yang bertahan di lingkungan suku Baduy, kunjungan kali ini juga dalam rangka menggali sejauh mana kepercayaan mereka terhadap Tuhan, ritual ibadah, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan keyakinan. Siswa-siswi Al Kausar diharapkan mampu mengkritisi keyakinan mereka yang ternyata sangat berbeda dari keyakinan Islam. Agama mereka sering disebut Sunda Wiwitan, dengan ritual hanya sebatas puasa 3 hari setahun, bercocok tanam, dan seban (mempersembahkan hasil bumi kepada penguasa).

Menyusuri leuit-leuit tempat menyimpan gabah padi

 

Keluarga Suku Baduy (berpakaian putih) menjual durian ke masyarakat Baduy Luar. 

 

Gotong royong membangun rumah tempat tinggal.

 

Tanya jawab seputar budaya suku Baduy dengan Pak Urip (sekdes Kanekes)