Hasabie Ikuti Program Pertukaran Pelajar ke Harbin China

Hasabie Ikuti Program Pertukaran Pelajar ke Harbin China, Alhamdulillah, dengan izin Allah, pada tahun ini, tepatnya tanggal 18 Agustus 2016, Nur Alam Hasabie berangkat menuju ke China untuk menjalani program pertukaran antarbudaya pelajar selama 4 bulan yang direncanakan akan selesai pada tanggal 18 Desember 2016 nanti.

hasabi-china

Program yang Hasabie ikuti adalah Semester Program Sending yang diselenggarakan oleh Bina Antarbudaya, sebuah organisasi non pemerintah, non profit, berbasis pendidikan, yang berupaya mendukung terciptanya pemahaman global. Organisasi ini telah berdiri sejak tahun 1985 dan telah memiliki 20 kantor cabang (chapter) di seluruh Indonesia, telah mengirim lebih dari 3.500 siswa/i Indonesia ke luar negeri dan menerima lebih dari 1.500 siswa/i asing untuk belajar di Indonesia, dan digerakkan oleh lebih dari 700 relawan yang aktif. Pada saat ini Bina Antarbudaya adalah organisasi yang ditunjuk untuk melaksanakan program AFS Intercultural Program yang sejak tahun 1956 telah mengirimkan siswa Indonesia untuk mengikuti program pertukaran pelajar ke luar negeri. Banyak tokoh Indonesia yang merupakan AFS returnee, di antaranya Taufiq Ismail, Tanri Abeng, Anies Baswedan dan Najwa Shihab.

Proses seleksi yang panjang dan sangat selektif harus dilalui Hasabie sebelum terpilih untuk mengikuti program ini. Tahap registrasi dimulai di awal tahun tahun 2015 di chapter Jakarta (karena tidak ada chapter Sukabumi) dengan menyerahkan dokumen persyaratan.  Seleksi tahap 1 dilakukan serentak di seluruh Indonesia, meliputi tes menulis esai, tes akademik dan tes bahasa Inggris tertulis. Untuk chapter jakarta, seleksi tahap 1 diadakan di Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, diikuti oleh 1.100 siswa. Selanjutnya sekitar 500 siswa yang lolos seleksi tahap 1 mengikuti seleksi tahap 2 yang merupakan wawancara bahasa Indonesia ( kepribadian ) dan wawancara bahasa Inggris. Seleksi tahap 2 ini menyaring 220 siswa yang lolos untuk mengikuti seleksi tahap 3, yaitu kemampuan siswa bekerja dalam tim. Satu tim terdiri dari 4 siswa yang dipilih secara acak dan mereka diminta untuk menyelesaikan sebuah masalah secara bersama. Menurut Hasabie, seleksi tahap 3 ini merupakan yang paling kompetitif karena meloloskan hanya hanya 22 kandidat dari chapter Jakarta. Dari seluruh 20 chapter di Indonesia, terpilih 129 siswa yang diberangkatkan pada tahun 2016 ke 18 negara yang berbeda.

Setelah menunggu pengumuman selama kurang lebih 1 bulan, pada pertangahan tahun 2015 Hasabie mendapatkan pemberitahuan via pos bahwa terpilih sebagai salah satu kandidat AFS dan harus menentukan negara tujuan. Pilihan pertama Hasabie adalah India untuk Asia, Turki untuk Eropa dan Mexico untuk Amerika. Namun menjelang akhir tahun 2015 Hasabie mendapatkan tawaran program satu semester ke China dan memutuskan untuk menerima tawaran tersebut dengan beberapa pertimbangan.  China adalah negara besar, yang memiliki sejarah peradaban yang tinggi, dan saat ini tumbuh menjadi raksasa ekonomi dunia. Banyak yang bisa dipelajari dari masyarakat di negara tersebut. Selain itu, program AFS normalnya berjalan selama 1 tahun sehingga peserta AFS harus mengulang di kelas 12 saat kembali. Dengan memilih program semester, Alam dapat tetap lulus tepat waktu dan tidak tertinggal dari teman-teman seangkatannya.

Hasabie mendapatkan penempatan di kota Harbin, yang merupakan kota terbesar dan ibu kota provinsi Heilongjiang, di bagian utara timur China yang berbatasan langsung dengan Rusia. Harbin terkenal sebagai “Kota Es”, yang menarik banyak kunjungan wisatawan untuk menyaksikan “Harbin Ice and Snow Festival” yang diselenggarakan tiap bulan Desember. Pada bulan November ini salju sudah mulai turun di Harbin dan suhu menyentuh -4 derajat celcius.

Hasabie Ikuti Program Pertukaran Pelajar ke Harbin China, Setiap hari Hasabie pergi sekolah ke Heilongjiang Experimental Middle School, yang merupakan salah satu SMA terbaik di China. Jam sekolah cukup panjang, yaitu mulai jam 7 pagi sampai dengan 5 sore. Bahkan menjelang ujian, siswa belajar sampai malam hari di tengah udara yang sangat dingin, termasuk di akhir pekan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat China adalah pekerja keras, kompetitif dan bersungguh-sungguh untuk mencapai apa yang dicita-citakan, sesuatu yang perlu kita teladani.  Hasabie beserta 3 orang siswa AFS lainnya setiap hari mendapatkan kelas khusus untuk mempelajari bahasa mandarin dan budaya china. Setelah kelas khusus berakhir, Hasabie mengikuti kelas reguler dan bergabung dengan siswa lainnya di sekolah tersebut. Saat ini Hasabie sedang belajar keras untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian bahasa mandarin level 4 di bulan desember. Selain itu, Hasabie juga menyisihkan waktu untuk mempelajari modul yang diperoleh dari SMA Insan Cendekia Al Kausar, sebagai persiapan menghadapi test akhir semester saat kembali nanti.

Hasabie Ikuti Program Pertukaran Pelajar ke Harbin China, Di Harbin, Hasabie mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan masyarakat Indonesia yang bermukim di sana, yang umumnya mahasiswa. Pada akhir pekan Hasabie biasanya mengunjungi masjid raya Harbin dan berwisata kuliner makanan halal yang banyak dijual di sekitar masjid. Pada hari raya Idhul Adha bulan september lalu Hasabie juga berkesempatan shalat bersama dengan muslim yang bermukim di Harbin. Sungguh sebuah pengalaman yang sangat berharga….