Gentra Sunda 3

Pelakeun hanjuang siang…

Tanceupkeun handeuleum siang…

Dina jajantung urang duaan…

Teuteup sampeurkeun mangsa rek datang…

Itulah potongan bait dari salah satu kawih yang dilantunkan siswa-siswi SMA Insan Cendekia Al Kausar pada kegiatan Gentra Sunda 2015, 5 Oktober 2015 lalu. Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 pagi sampai pukul 15.00 itu dimulai dengan sambutan kepala SMA dan dilanjutkan dengan penjelasan pimpinan sanggar tentang sejarah degung sunda dan angklung Kegiatan yang diadakan sebagai implementasi pembelajaran bahasa Sunda dikelas X tahun ini bertujuan untuk melestarikan kesenian tradisional Sunda yang pada kenyataannya tidak terlalu familiar dikalangan anak-anak muda saat ini, termasuk siswa-siswi SMA Al Kausar yang sebagian besar mempunyai latar belakang dari luar Jawa Barat. Tidak hanya seni music degung yang dipelajari pada kegiatan ini melainkan adapula kawih yang diajarkan langsung oleh juru kawih dan sesi angklung.

Penjabaran nada pentatonis dalam seni tradisional Sunda yang berbeda dengan nada umum (diatonis) sangat menarik siswa karena lebih sederhana dan sedikit. Hal itu terlihat pada saat siswa-siswi mulai mencoba memainkan Waditra (alat-alat musik) degung yang dapat dikuasai dalam waktu kurang dari dua jam. Pembelajaran berlanjut pada lirik-lirik kawih khas sunda merujuk pada materi yang telah dirancang dalam syllabus Al Kausar. Walaupun pada mulanya siswa-siswi kesulitan dalam memahami kata-kata dalam setiap bait, namun setelah beberapa kali siswa melantunkan dan bertanya mereka dapat memahami isi dari kawih tersebut.

Sesi Angklung yang menjadi tambahan pada sore hari dilakukan bergiliran dengan nada melodi diatonis. Pupuh yang dipilih adalah Manuk Dadali yang sebagian besar siswa telah mengenali lagu tersebut untuk memudahkan sesi yang memerlukan kekompakan dan konsentrasi ini. Akhirnya kegiatan diitutup dengan penampilan siswa-siswi dan doa.

Alhamdulillah…

Gentra Sunda 1

Gentra Sunda 2