Culture Sharing merupakan salah satu bentuk silaturahmi dan media menambah ilmu yang diselenggarakan oleh OSIS Al Kausar Boarding School bagi siswa dan siswi sekitar kampus Al Kausar. Dalam Culture Sharing, panitia kegiatan memberikan fakta-fakta unik negara maju dan kata sapaan dalam bahasa asing. Rangkaian acara Culture Sharing terdiri dari perkenalan, materi, games, dan pembagian hadiah. Sedangkan baksos merupakan kegiatan jual-menjual barang-barang bekas dari kisaran harga 2-10 ribu rupiah. Barang-barang yang murah meriah serta kualitas yang bagus membuat warga sekitar SDN 3 Nyangkowek datang berbondong-bondong  untuk membeli  lima barang atau lebih.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 17 November 2018 ini bertujuan untuk berbagi ilmu sekaligus menjalin silaturahmi demi menguatkan rasa saling tolong-menolong. Panitia dari Divisi Humas Alphas pun turut mengenalkan Alphaseismic kepada siswa-siswi SDN 3 Nyangkowek dengan menyosialisasikan lomba-lomba untuk tingkat SD. Hal ini tentu baik untuk meningkatkan potensi siswa dan siswi dalam berbagai bidang seperti kesenian ataupun akademik.

Siswa-siswi SDN 3 Nyangkowek terlihat sangat semangat saat menyapa teman-temannya menggunakan bahasa asing, menyebutkan makanan khas negara asing, dan menyebut lagu nasional negara asing yang terasa aneh jika diucapkan dengan aksen mereka. Kegiatan ini berlangsung seru dan meriah walau udara pagi menuju siang yang terasa panas menyengat. Semangat siswa dan siswi SDN 3 Nyangkowek tak juga luntur saat games dan materi berlangsung hingga tengah hari, sampai sesi pembagian hadiah berakhir. Bahkan, tak jarang ada siswa-siswi yang berpose atau sekedar melambaikan tangan kepada kamera milik panitia dari Divisi Jurnalistik.

Tak henti sampai di situ, setelah sholat Dzuhur berakhir, sebagian besar siswa-siswi SDN 3 Nyangkowek datang kembali bersama orang tuanya, bahkan yang memiliki rumah yang jauh sekalipun, untuk membeli barang yang diperjualbelikan pada kegiatan baksos. Kegiatan berlangsung ramai hingga pukul 14:00. Tak jarang ada warga yang memperebutkan barang yang sama hingga ada salah seorang yang mengalah, ataupun memohon kepada panitia agar baksos diadakan sekali lagi di kampung mereka.

Kegiatan ini tentu berdampak positif bagi para panitia maupun siswa-siswi SDN 3 Nyangkowek. Keadaan siswa-siswi yang tak selalu memiliki kecukupan membuat rasa simpati para panitia tergerak. Mengajari siswa-siswi tingkat SD memang tidaklah mudah, namun dengan ini panitia dapat belajar bagaimana berbicara dan berinteraksi di depan umum yang baik dan benar. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan makna serta pelajaran yang berarti bagi para panitia maupun siswa-siswi SDN 3 Nyangkowek untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya. (Div Humas OSIS Putri)