Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan salah satu penerapan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 23 tahun 2015 tentang Budi Pekerti. Di SMP Internat Al Kausar, GLS diwujudkan antara lain dalam kegiatan Silent Reading dan Readathon. Secara terjadwal, siswa-siswi SMP melakukan Silent Reading, yaitu membaca hening di kelas masing-masing, dan Readathon, membaca bersama di lobby sekolah. Selain membaca bersama-sama, dalam Readathon juga dilakukan diskusi buku. Dalam diskusi buku tersebut, diselenggarakan kegiatan Biblio Battle.

Biblio battle merupakan kegiatan yang berasal dari Jepang. Peserta biblio battle atau yang disebut battler, menyampaikan ulasan mengenai sebuah buku dan mengajak orang lain untuk membacanya. Waktu penyampaian selama 5 menit.

Di SMP Internat Al Kausar, Biblio Battle dilaksanakan dalam 2 tahap. Tahap 1 berupa babak penyisihan, dimana 3 orang utusan dari masing-masing kelas menyampaikan ulasan buku di angkatannya masing-masing. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2019. Pada babak ini dipilih 3 orang berdasarkan pilihan teman sebayanya untuk maju ke babak final.

Pada Senin, 18 November 2019 dilangsungkan babak final yang menampilkan 7 siswa perwakilan angkatannya masing-masing. Terpilih berdasarkan keputusan dewan juri yang terdiri dari Bu Windarningsih (Guru Bahasa), Bu Rahma (Guru Bahasa), dan Bu Rachmawati (Kepala Perpustakaan) adalah : Najla Desvaa Yardi (kelas 9.1) sebagai terbaik 1, disusul Ahmad Cakra Samudera (7.1) terbaik 2, dan Izzatul Aulia (9.2) sebagai terbaik 3. (r)