Di penghujung semester 1 tahun pembelajaran 2018-2019, Al Kausar menggelar peringatan maulid Nabi Muhammad SAW pada Jumat, 21 Desember 2018 di masjid Asy-Syifa. Segenap civitas akademika Al Kausar Boarding School hadir dalam agenda ini untuk mereview sejarah Nabi agung Muhammad SAW. Hadir sebagai narasumber tabligh maulid Ust Hendra Komara, MA.

Sebelum taushiyah, Headmaster Al Kausar Boarding School H Supriyatin, S.Si, M.Pd menyampaikan amanat dan sambutannya. Al Kausar, ujar headmaster, akan terus memegang teguh dan selalu komit terhadap nilai-nilai agama Islam, sebagaimana pesan Rasulullah SAW kepada umatnya. Akhlakul karimah harus mewarnai semua penghuni di Al Kausar dalam aktifitasnya.

Dalam taushiyahnya, Ust Hendra secara gamblang dan suara lantang menjelaskan sejarah Nabi SAW di hadapan siswa-siswi dan guru Al Kausar, diawali dari cerita penyerangan Abrahah dan pasukannya yang hendak menghancurkan ka’bah dan korelasinya antara surat Al Fil yang menceritakan penyerangan itu dengan surat Quraisy dan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Perintah beribadah kepada pemilik Ka’bah dalam surat Quraisy melahirkan tanda tanya besar bagi suku Quraisy saat itu tentang bagaimana cara ibadah yang dimaksud. Pertanyaan inilah yang kemudian dijawab oleh Alloh SWT dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW dari kalangan mereka.

Salah satu tugas kita, –lanjut Ust Hendra– adalah meneladani kemuliaan akhlak dan perilaku Rasulullah SAW secara paripurna. Kemuliaan akhlak dan perilaku tersebut misalnya tercermin dari cerita Abu Bakar yang bertanya pada Siti Aisyah apa yang ada pada Rasul dan tidak ada pada dirinya. Siti Aisyah menjawab bahwa Rasul SAW sering berkunjung ke sebuah rumah di ujung jalan untuk merawat dan menyuapi penghuninya yang tak lain adalah perempuan tua buta yang kerap menghina Nabi SAW.

Agenda peringatan maulid tahun ini juga dirangkai dengan aksi solidaritas civitas akademika Al Kausar untuk Muslim Uyghur yang tengah hangat dibicarakan dunia internasional karena tindakan represif pemerintah terhadap muslim di wilayah Xinjiang Cina dan segala macam aktifitas Agama Islam-nya. Usai menyaksikan cuplikan-cupikan dan film dokumenter berisi fakta-fakta menyedihkan yang menimpa muslim Uyghur, siswa-siswi Al Kausar kemudian mengekspresikan segala perasaannya sebagai saudara seiman bagi mereka di atas selembar kertas dalam bentuk narasi, puisi, gambar, mind map dll. (wah)