
SMP Internat Al Kausar Islamic Boarding School menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ Tahun 1447 H dengan konsep inovatif berbasis Student Event Organizer (Student EO). Dalam kegiatan ini, seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX diberi tanggung jawab penuh untuk merancang, mengelola, dan melaksanakan perayaan Isra’ Mi’raj di kelas masing-masing secara mandiri.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 15.00 WIB ini diikuti oleh 104 siswa yang terbagi dalam enam kelas. Setiap kelas bertindak sebagai panitia pelaksana mandiri dengan struktur organisasi yang lengkap, mulai dari ketua pelaksana, penanggung jawab acara, tim dekorasi dan dokumentasi, hingga tim pelayanan. Konsep ini dirancang sebagai sarana pembelajaran kepemimpinan sekaligus penguatan nilai ibadah.
Guru Pendidikan Agama Islam SMP Internat Al Kausar, Fajar Hari Suseno, S.H.I, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi bagian dari pembelajaran karakter berbasis praktik nyata.
“Kami ingin siswa tidak hanya memahami makna Isra’ Mi’raj secara teoritis, tetapi juga belajar bertanggung jawab, peduli, dan memiliki rasa kepemilikan terhadap kegiatan keagamaan. Melalui konsep Student EO, siswa belajar mengelola acara, bekerja sama, melayani tamu, serta menjaga ketertiban dan kualitas pelaksanaan,” ujarnya.

Mengusung tema “Isra’ Mi’raj sebagai Momentum Meningkatkan Kualitas Shalat dan Jiwa Kepedulian Siswa”, setiap kelas menampilkan rangkaian acara yang disusun secara kreatif. Mulai dari pembacaan Al-Qur’an, ceramah oleh siswa, penampilan nasyid dan sholawatan, hingga ice breaking bernuansa islami. Kelas-kelas juga dihias dengan dekorasi tematik yang menampilkan pesan-pesan tentang shalat dan nilai kepedulian.
Sejak satu hari sebelum pelaksanaan, siswa telah melakukan persiapan intensif. Mereka mendesain dekorasi kelas, menyusun rundown acara, membagi peran kepanitiaan, hingga melakukan gladi bersih. Wali kelas hadir sebagai pendamping dan pengawas, namun tidak melakukan intervensi langsung, sehingga siswa benar-benar menjadi aktor utama kegiatan.
Selain pelaksanaan acara di kelas, panitia juga menyelenggarakan sesi pembukaan terpusat di auditorium, pengarahan teknis, serta penutupan berupa sesi foto kreatif bersama wali kelas dan pembagian penghargaan bagi kelas terbaik. Tim juri yang terdiri dari guru PAI, wali asuh dan beberapa guru yang ditugaskan melakukan penilaian berdasarkan aspek kreativitas dekorasi, kelancaran dan kemeriahan acara, serta kekompakan kelas.
Menurut Fajar, pendekatan ini sejalan dengan visi pendidikan boarding school yang menekankan keseimbangan antara akademik, karakter, dan kepemimpinan. “Siswa belajar bahwa ibadah tidak berdiri sendiri. Ada nilai tanggung jawab, kerja sama, pelayanan, dan kepedulian yang harus dilatih. Inilah pembelajaran kontekstual yang kami bangun melalui kegiatan ini,” tambahnya.
Antusiasme siswa terlihat sejak pagi hari. Setiap kelas menyambut guru dan tamu dengan penuh semangat. Suasana religius berpadu dengan kreativitas dan keceriaan siswa. Beberapa kelas bahkan menyiapkan sudut refleksi shalat dan pojok pesan inspiratif sebagai bagian dari konsep acara mereka. (FHS)

Pihak sekolah mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini sebagai model pembelajaran berbasis proyek yang efektif dalam membentuk karakter siswa. Melalui peringatan Isra’ Mi’raj berbasis Student EO, siswa tidak hanya belajar tentang peristiwa besar dalam sejarah Islam, tetapi juga mengasah keterampilan kepemimpinan, komunikasi, manajemen waktu, dan kerja tim.
Dengan suksesnya kegiatan ini, SMP Internat Al Kausar berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi pembelajaran keagamaan yang aktif, bermakna, dan berdampak langsung pada pembentukan karakter peserta didik. Sekolah berharap nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan ini dapat terus terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari siswa, khususnya dalam meningkatkan kualitas shalat dan kepedulian sosial.



