Sebagai bagian dari masa adaptasi awal bagi siswa kelas 12, SMA Insan Cendikia Al Kausar menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertajuk Seven Habits dan Kepemimpinan Inspiratif pada tanggal 21–25 Juli 2025. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang refleksi dan reviu nilai-nilai inti yang menjadi fondasi pendidikan di Al Kausar.
SMA Insan Cendikia Al Kausar mengajak siswanya kelas 12 untuk kembali memperkuat pemahaman dan komitmen terhadap visi sekolah, falsafah dasar, serta tiga landasan utama Al Kausar, yaitu keislaman, keilmuan, dan kepemimpinan. Kegiatan dimulai dengan diskusi interaktif mengenai Seven Habits, dilanjutkan dengan penyusunan kesepakatan kolektif menciptakan lingkungan kepemimpinan di berbagai lini seperti lapangan, kantin, masjid, hingga asrama.
Tak hanya fokus pada nilai-nilai kepemimpinan, siswa juga mengikuti sosialisasi program akademik kelas 12, termasuk persiapan menuju jenjang perguruan tinggi. Tata tertib sekolah ditinjau kembali bersama untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kedisiplinan yang lebih kuat.
Untuk mengenal potensi diri lebih jauh, para siswa mengikuti Asesmen Inventory Tugas Perkembangan (ITP). Ini menjadi bekal penting untuk memahami tantangan perkembangan remaja dan mempersiapkan mental menuju fase dewasa. Di sela kegiatan, terdapat sesi Snack Time Membangun Kelas Inspiratif yang bertujuan mempererat hubungan antar siswa serta menciptakan ruang nyaman untuk saling mendukung.
Salah satu momen penting adalah pelatihan khatib dan public speaking, di mana para siswa dilatih tampil percaya diri di depan publik, khususnya dalam konteks dakwah dan komunikasi efektif.
Seluruh kegiatan berlangsung dengan metode presentasi, diskusi, dan praktik langsung, menjadikan proses adaptasi ini bermakna, menyenangkan, dan penuh refleksi. SMA Insan Cendikia Al Kausar kembali menegaskan komitmennya dalam membina generasi berkarakter, berilmu, dan siap menjadi pemimpin di masa depan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa SMA Insan Cendikia Al Kausar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa secara holistik. Melalui rangkaian pelatihan yang terintegrasi ini, para siswa dipersiapkan untuk menjadi pribadi yang mandiri, religius, dan mampu membawa perubahan positif di tengah masyarakat kelak.




