5ab8c586-e844-4eb1-b738-1abee5dd8ebc

Di penghujung kunjungan safari dakwahnya di Indonesia 2 – 14 Mei 2017, Syekh Abdul Mun’iem bin Abdul Azis bin Muhammad Shidiq Al Ghumary Al Hasani, aktifis dakwah dari kalangan keluarga terkemuka di Maroko berkesempatan memenuhi undangan Yayasan Al Kausar untuk berdiskusi seputar dakwah dan pendidikan Islam, Senin 15/5, bertempat di Mochdar Sentana Building Jakarta. Hadir dalam halaqah ilmu ini ; Ust Habib Douglas, Ust Budi Hermawan, Ust Supriyatin, Ust Abdul Aziz, Ust Yayan, Ust Teguh, Habib Ali, dan Pak Hasyim salah satu staff kedutaan besar Maroko di Jakarta.

Pertemuan ini dibuka oleh Ust Abdul Aziz sekaligus mengenalkan Al Kausar secara verbal dan visual. Syekh Abdul Mun’im tampak antusias mendengarkan paparan Ustaz Aziz dan melihat kondisi Al Kausar dari gambar yang ditayangkan, beliau sesekali kagum dengan kondisi Al Kausar sebagai sekolah islam yang modern.

Dalam taujihnya, Dr Abdul Mun’iem menggarisbawahi 2 hal penting dalam dunia pendidikan yang harus menjadi perhatian utama sekolah ; pertama penguasaan bahasa Arab dan Inggris, kedua pendidikan dan pengajaran yang lengkap dan seimbang. Penguasaan bahasa Arab sangatlah penting, sebagai alat memahami sumber ilmu –-khususnya ilmu syar’iy–. Selain untuk fungsi pemahaman, bahasa juga menjadi vital agar siswa mampu mengomunikasikan pengetahuan dan pemahamannya kepada orang lain.

Sekolah, imbuh Dr Abdul Mun’iem, harus memberikan bekal yang lengkap dan seimbang. Karena seorang muslim tidak hanya cukup berpengetahuan luas dan menguasai dimensi akademik, tapi dia juga harus menunjukkan akhlak nabawiy islami, dan punya ketrampilan hidup yang menunjang perannya di masyarakat. (wah)

IMG20170515112902