Untuk memahami peran Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia melalui hubungan internasional dan organisasi internasional, siswa-siswi kelas XI SMA Insan Cendekia Al Kausar melakukan study tour ke Museum Konferensi Asia Afrika di Bandung pada hari Kamis (15/3/2018).

Tour diawali dengan sejarah pendirian museum yang dimulai dengan cerita Menlu ke-12 Indonesia, Mochtar Kusumaatmadja, yang sering mendapat pertanyaan dari para pemimpin Asia-Afrika tentang kota Bandung dan Gedung Merdeka tempat dilangsungkannya Konferensi Asia-Afrika 18-24 April 1955. Dari situ dilontarkan gagasan untuk mendirikan museum pada rapat Panita Peringatan KAA ke-25 (1980), yang disetujui oleh Presiden Soeharto. Museum Konferensi Asia-Afrika akhirnya diresmikan pada 24 April 1980 sebagai puncak peringatan 25 tahun Konferensi Asia-Afrika.

Dari sejarah pendirian museum, tour dilanutkan dengan penjelasan sejarah Gedung Merdeka. Gedung Merdeka, yang awalnya bernama Sociƫteit Concordia, dibangun oleh Van Galen Last dan C.P. Wolff Schoemaker, dua arsitek Belanda terkemuka sekaligus Guru Besar pada Technische Hoogeschool te Bandoeng (Sekarang Institut Teknologi Bandung). Gedung itu berfungsi sebagai tempat rekreasi dan sosialisasi orang-orang Belanda yang tinggal di Bandung dan sekitarnya. Pada masa Jepang gedung itu dinamakan Dai Toa Kaman yang berfungsi sebagai Pusat Kebudayaan. Setelah Indonesia merdeka, Gedung Concordia pun mendapat kehormatan menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika.

Tour kemudian dilanjutkan dengan mengitari Ruang Pamer yang memajang banyak koleksi berupa benda-benda tiga dimensi dan foto-foto dokumenter peristiwa Pertemuan Tugu, Konferensi Kolombo, Konferensi Bogor, dan Konferensi Asia Afrika tahun 1955.

Dari Ruang Pamer peserta tour diajak ke Ruang Audio-Visual yang menjadi sarana untuk penayangan film-film dokumenter mengenai kondisi dunia hingga tahun 1950-an, Konferensi Asia Afrika dan konferensi-konferensi lanjutannya, serta film-film mengenai kebudayaan dari Negara-negara Asia dan Afrika.

Tour akhirnya ditutup dengan kunjungan ke ruang utama, tempat dilangsungkannya Konferensi Asia-Afrika. (mm)