SUKABUMI- Tidak ada yang aneh bila di Al Kausar Boarding School hari Ahad tetap beraktifitas. Bagi anak asrama, hari Ahad justru kesempatan untuk dengan sepenuhnya merancang aktifitas pribadi atau organisasi, tanpa agenda terstruktur dari sekolah. Ya…. hari libur tanpa KBM di Al Kausar prinsipnya adalah ruang bagi siswa untuk berpikir kreatif, termasuk mengisi waktunya untuk hal-hal bermanfaat.

Tak terkecuali Divisi IPTEK OSIS Putri Al Kausar Boarding School. Pada Ahad 18 Maret 2018 ini, OSIS mengundang Takun Arrosid, seorang filmmaker, creative director & snapchatter untuk berbicara dalam talkshow tentang Karya Kreatif Melalui Teknologi. Sebuah topik yang menarik, khususnya dunia medsos saat ini yang sangat berpengaruh di dunia global. Bila tidak bijak dalam menggunakan teknologi, generasi muda bisa terjebak dalam keterpurukan dan usia emasnya tidak produktif menghasilkan karya untuk masa depannya.

Dengan gaya bicara khas anak muda namun tetap teratur dan sistematis, Takun panjang lebar memaparkan pentingnya kita lurus dan etis dalam menggunakan media sosial. Apapun yang diposting oleh kita bisa menjadi ukuran seberapa nilai dan karakter kita sebenarnya. Oleh karenanya, –ujar pria yang dulunya introvet– harus ada prinsip kerja yang dipegang yakni PREPARATION, ACTION, dan IMPACT. Pikirkan matang-matang sebelum bertindak dan sebelum melempar ide di publik, eksekusi apa yang sudah dipikirkan dengan baik, lalu lihatlah apa feedback yang akan datang dari sebuah ide terlempar itu, jadikan itu pelajaran berharga bagi perbaikan masa depan.

Talkshow yang dipandu Salma Salsabila (11) cukup menarik perhatian audien termasuk guru-guru yang hadir, tak jarang tepuk tangan hadirin menggema saat Takun menyampaikan quote dan pernyataan-pernyataan yang bijak. Beberapa produk film Takun pun turut ditayangkan untuk memperkuat pengetahuan di benak hadirin. Saat tiba sesi pertanyaan, karena waktu yang terbatas, maka host hanya memberi kesempatan kepada dua orang ; Farah Azirinda FazrinWahyu Saputra. (wah)